اِذََا كَانَ يَوْمُ عَرَفَةَ يَنْزِلُ اللهُ اِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيُبَاهِى بِهِمُ الْمَلآئِكَةَ فَيَقُوْلُ : أُنْظُرُوْا اِلَى عِبَادِيْ أَتَوْنِيْ شُعْثًا غُبَرًا مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ ، اُشْهِدُكُمْ اَنِّيْ قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ ، فَتَقُوْلُ الْمَلاَئِكَةُ : يَارَبِّ فُلاَنٌ مُرَهِّقٌ فَيَقُوْلُ : قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ ، فَمَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرُ عَتِيْقًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ.[1]
“Jika hari Arafah tiba, maka Allah akan turun ke langit dunia membanggakan mereka yang ada di Arafah kepada para Malaikat, sembari berfirman: “Kalian pandanglah para hamba-Ku ini. Mereka datang dengan rambut yang kusut masai, pakaian yang penuh dengan debu (sebab jauhnya perjalanan yang mereka tempuh untuk sampai ke tempat itu) dari seluruh penjuru. Aku jadikan kalian saksi, bahwa pada hari ini, Aku telah memberikan keampunan kepada mereka atas segala dosa yang pernah mereka lakukan.”
Malaikat ada yang berkata: “Wahai Tuhan, sipolan itu dosanya teramat banyak.”
Allah menjawab: “Aku telah memberi keampunan kepada mereka.” Tak ada hari yang lebih banyak keampunan dari azab neraka diberikan, selain dari hari Arafah.
Berangkatlah Tuan! Pergilah Puan! Tunaikan Ibadah Haji, penuhi panggilan Ilahi. Bawa serta ribuan macam dosa, angkut kesalahan, laporkan kekurangan, bukalah kenistaaan dan aib diri, singkapkan kealpaan lainnya yang pernah dilakukan selama hidup ini. Bongkarlah itu semua di sana nanti kepada-Nya, sebelum semua itu akan dibongkar-Nya di Yaumil Mahsyar kelak.
Lalu pintalah keampunan kepada-Nya, mohonkan maghfirah atas segala kesalahan, harapkan kesempurnaan atas semua kekurangan, dan dambakan agar dihapus segala kenistaan, juga setiap kealpaan mendapat kema’afan dari-Nya. Pintakan aneka macam kebaikan agar diberikan dan semua keburukan agar dijauhkan. Tumpahkanlah air mata penyesalanmu menangislah engkau bagaikan bayi yang mengharapkan belaian kasih mesra dari sang ibu yang siap mendekap dengan kemesraan tiada tara.
Linangan air mata yang akan kau curahkan ke tanah suci-Nya nanti, bak seraup air sejuk dari pegunungan subur yang akan menyegarkan dan menenteramkan jiwamu yang selama ini kering, tandus dan gersang, bahkan hampir-hampir mati tiada berarti.
Air mata itu sekaligus ibarat pupuk yang akan menyuburkan tanaman. Tanaman itu adalah iman di dada yang selama ini mungkin tak pernah dirawat dan tidak pula dipelihara. Dan Makkah adalah lembah tempat genangan air mata para hamba nan penuh dosa.
Memintalah Tuan, bermohonlah Puan, mengharaplah engkau, hanya kepada-Nya, dan jangan kepada yang lain-Nya. Hanya Dialah satu-satunya tempat mengharap. Dan yakinlah, bahwa Dia pasti akan mengampunkan segala kesalahanmu. Ia akan mendengar semua keluh kesahmu. Memenuhi segala pengharapanmu. Memahami setiap rintihan dan isak tangismu. Meringankan segala bebanmu, karena Dia adalah Zat Yang Teramat Pemurah, Sangat Berbelas Kasih. Maha Penyantun kepada setiap hamba-Nya yang mendekat kepada-Nya.
Dan apabila manasik dan ibadah telah sempurna nanti, kembalilah engkau ke tanah air, ke pangkuan keluarga dan sanak famili, serta handai tolan jiran tetangga. Tuan ‘kan pulang, Puan ‘kan kembali. Tanpa dosa. Bebas noda. Karena semua itu, telah pupus, hapus, sirna, nun jauh di sana.
Dan bulatkan tekadmu, mantapkan pendirian, teguhkan iman, pastikan bahwa semua dosa, serta aneka macam kesalahan dan berbilang ‘aib yang telah pernah dilakukan, semuanya tidak akan diulangi lagi … . Sekali lagi, tidak akan diulangi lagi, sampai nyawa berpisah dari raga nan fana ini.
Rasulullah telah bersabda:
فَمَنْ حَـجَّ فَلَمْ يَرْفُـثْ وَلَمْ يَفْسُـقْ ، رَجَعَ مِنْ ذُنُـوْبِهِ كَيَـوْمٍ وَلَدَتْـهُ اُمُّـهُ . رواه البخاري ومسلم
“Siapa saja yang telah melakukan Ibadah Haji, ketika di sana ia tidak melakukan rafats, dan tidak pula berbuat kefasikan, maka ia akan kembali (ke tengah keluarganya), dalam keadaan tidak berdosa, sama keadaannya seperti hari ketika ibunya melahirkan dia.” H.R. Bukhari dan Muslim.
Mari kita bulatkan tekad, mantapkan niat, untuk menunaikan tugas mulia nan suci ini. Walau banyak tantangan dan hambatan yang akan kita temui nanti, baik sebelum berangkat, terlebih-lebih ketika telah berangkat dan berada di dua tanah suci, dan demikian juga ketika kita telah kembali pulang ke tanah air kelak. Yakinlah anda bahwa Allah senantiasa bersama kita, dan pertolongan pasti akan Ia berikan kepada para hamba-Nya, sepanjang hayat masih dikandung badan.
…. وَهُـوَ مَعَكُمْ اَيْنَمَا كُنْتُمْ ج وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُـوْنَ بَصِيْرٌ (4) الحديد
“……. Dan Dia bersama kamu di manapun kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa saja yang kamu lakukan.” Q.S. 75: 4.
[1]– لطائف المعارف، زين الدين بن رجب الحنبلي، ج 2 ص 460
واقرأ: سلسلة الأحاديث الضعيفة والموضوعة لمحمد ناصر الدين الألباني ج 2 ص 125